Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 01 Oktober 2012

BUMI DAN ANTARIKSA

BUMI DAN ANTARIKSA
1.Teori Big Bang pada akhir 1950an para pembela teori keadaan telah mulai agak mundur ketika para ahli astronomi memprediksi sumber gelombang radio jauh yang berasal dari quasar yang jaraknya sangat jauh. ini merupakan bukti adanya dentuman besar (big bang). tahapan terjadinya dentuman besar : 1. segera setelah terjadi dentuman besar, alam semesta mengembang dengan cepat hingga menjadi kira-kira 2000 kali matahari. 2. sebelum berusia satu detik, semua partikel hadir dalam keseimbangan. satu detik setelah dentuman, alam semesta membentuk partikel-partikel dasar yaitu elektron, proton, neutron dan neutrino pada suhu 10 milyar kelvin. 3. kira-kira 500 ribu tahun telah terjadi ledakan, lambat laun alam semesta menjadi dingin hingga mencapai suhu 3000 K. partikel-partikel dasar membentuk benih kehidupan alam semesta. 4. gas hidrogen dan helium membentuk kelompok-kelompok gas rapat yang tak teratur. dalam kelompok-kelompok tersebut mulai terbentuk protogalaksi. 5. antara satu dan dua miliar tahun setelah terjadinya dentuman besar, protogalaksi melahirkan bintang-bintang yang lambat laun berkembang menjadi raksasa merah dan supernova yang merupakan bahan baku kelahiran bintang-bintang baru dalam galaksi. 6. satu diantara miliaran galaksi yang terbentuk adalah galaksi bimasakti yang didalamnya adalah tata surya kita dengan matahari sebagai bintang yang terdekat dengan bumi.

2.Teori Nebula (Teori Kabut) Teori Kabut atau disebut juga Teori Nebula. Teori Nebula pertama kali dikemukakan oleh Emanuel Swedenborg (1688-1772) tahun 1734 dan disempurnakan oleh Immanuel Kant (1724-1804) pada tahun 1775. Teori serupa juga dikembangkan oleh Pierre Marquis de Laplace secara independen pada tahun 1796. Teori ini, yang lebih dikenal dengan Teori Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa pada tahap awal, Tata Surya masih berupa kabut raksasa. Kabut ini terbentuk dari debu, es, dan gas yang disebut nebula, dan unsur gas yang sebagian besar hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menyebabkan kabut itu menyusut dan berputar dengan arah tertentu, suhu kabut memanas, dan akhirnya menjadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berputar semakin cepat, dan cincin-cincin gas dan es terlontar ke sekeliling matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring dengan penurunan suhunya dan membentuk planet dalam dan planet luar. Laplace berpendapat bahwa orbit berbentuk hampir melingkar dari planet-planet merupakan konsekuensi dari pembentukan mereka. Teori Kabut (Nebula) menceritakan kejadian tersebut dalam 3 (tiga ) tahap :\ 1. Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang begitu pekat dan besar 2. Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari. 3. Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan membentuk Susunan Keluarga Matahari.

 3.Teori ”Bintang Kembar” (Teori lain terbentuknya Tata Surya) Bintang kita (Matahari) didekati bintang lain, terjadi tarik menarik. Pecahan tarik-menarik menjadi Planet-planet. Teori ini dikenal dengan teori pasang surut. Teori ini diberi nama teori bintang kembar karna Lyttleton beranggapan bahwa tata surya ( matahari dan planet ) terbentuk dari dua buah bintang, yang kemudian salah satunya hancur dan membentuk panet dan yang lainnya menjadi bintang ( matahari ) adpun alsan dari pendapat ini karna setelah penelitian terhadap tata surya lain ternya ada tata surya yang memiliki bintang kembar, oleh karna itulah Lyttleton beranggapan bahwa tata surya kita terbentuk dari proses meladaknya bintang kembar. Adapun raian dari teori tersebut adalah sebagai berikut : matahari dan kembarannya Pada awalnya di tata surnya kita ada dua buah bintang kembar yaitu matahari dan kembarannya. Entah karma sebab apa kemudian lama kelamaan kembaran dari matahari tersebut mengalami ledakan ledakan kecil hinga pada suatu ketika kemudian kembaran dari maahari tersebut benar – bena meledak menjadi serpihan – serpihan kecil dan debu – debu. salah satu matahari hancur hasil dari pilinan Serpihan dan debu tersebut kemudian terperangkap oleh gaya grafitasi matahari, namun tidak tersedot masuk. Kemudian debu – debu yang terbentuk nberkumpul dan mempilin sehingga membentuk planet dan serpihan - serpihan batuan membentuk jalur asteroid yang memisahkan planet dalam dan luar. bagian matahari yang menjadi astroid 1. Terbentuknya Bumi Lima miliar tahun yang lalu,system tata surya kita tidak ada. Yang ada hanyalah awan debu dan gas yang secara perlahan berubah bentuk.sembilan planet, termasuk Bumi, dibentuk dari materi yang menggumpal, menyerupai gumpalan bola salju, di dalam kabut. Mengenai teori sejarah asal terbentuknya bumi sebagai berikut. • Proses dimulai sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu di pusat nebula matahari. • Matahari terbentuk di pusat awan ini. Sementara itu, gas dan bahan lain di bagian luarnya menggumpal. • Bebatun kecil berubah menjadi lebih besar, membentuk cikal bakal planet, atau protoplanet dengan diameter beberapa kilometre. • Protoplanet saling bertumbuhan satu sama lain dan menggumpal hingga mencapai ukuran planet (memiliki diameter beberapa ribu kilometer). Hingga ratusan juta tahun, planet tersebut dibombardir secara kuat dan terus menerus oleh bebatuan lain. • Sekitar• 4,5 miliar tahun yang lalu, bumitelah diselimuti oleh lautan larva yang berasal dari bebatuan yang terbakar dan luasnya mencapai beberapa kilometre. • Secara• perlahan, lautan larva tersebut mendingin membentuk kerak yang dihantam terus menerus oleh berbagai meteor dan komet. • Planet• muda kita juga mengalami aktifitas vulkanik yang melepaskan lapisan udara secara radikal, lapisan udara ini berbeda dengan lapisan udara saat ini. Keberadaan air dimungkinkan berassal dari kedalaman bumi atau dibawa dari angkasa oleh komet dan membentuk laut. Pada saat bersamaan, kerak bumi berupa menjadi benua. • Kemunculan benua, laut, dan lapisan oksigen rendah menghasilkan proses pembentukan molekul yang lebih kompleks, yang menuntun terciptanya fenomena yang luar biasa, yaitu kehidupan. Bahkan lebih mengejutkan lagi, kehidupan dengan sangat cepat muncul dari laut, kurang dari satu miliar tahun setelah bumi tecipta. Kehidupan memerlukan beberapa miliar tahun lagi ke daratan. • Bumi terbentuk kira-kira 4.500 juta tahun lalu. Selama 1000 – 2000 juta tahun (1500 juta) belum ada kehidupan. Kehidupan diperkirakan ada 3000 juta tahun yang lalu berupa sel-sel hidup pertama. Lapisan Bumi Menurut komposisi (jenis dari materialnya), Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut: Susunan kulit bumi 1. Batuan beku (batuan magma) a. Batuan beku luar (effusif) b. Batuan beku sela (korok) c. Batuan beku dalam 2. Batuan endapan (sedimen) Menurut tempat diendapkan a. Di dasar laut (sedimen marine) b. Di daratan (sedimen kontinen) c. Di sungai (sedimen fluvial) d. Di danau/rawa (sedimen limnis) Menurut tenaga yang dibawa - Sedimen aquatis - Sedimen aeolis - Sedimen aeris 3. Batuan metamorf -berasal dari batuna beku dan batuan sedimen tetapi sifatnya lebih berubah -perubahan terjadi karena a. pengaruh panas tinggi b. tekanan yang sangat kuatSedangkan menurut sifat mekanik (sifat dari material)-nya, Bumi dapat dibagi menjadi lapisan-lapisan sebagai berikut: • Litosfir • Astenosfir • Mesosfir • Inti Bumi bagian luar Inti Bumi bagian luar merupakan salah satu bagian dalam Bumi yang melapisi inti Bumi bagian dalam. Inti Bumi bagian luar mempunyai tebal 2250 km dan kedalaman antara 2900-4980 km. Inti Bumi bagian luar terdiri atas besi dan nikel cair dengan suhu 3900 °C. • Inti Bumi bagian dalam Inti Bumi bagian dalam merupakan bagian Bumi yang paling dalam atau dapat juga disebut inti Bumi. inti Bumi mempunyai tebal 1200km dan berdiameter 2600km. Inti Bumi terdiri dari besi dan nikel berbentuk padat dengan temperatur dapat mencapai 4800 °C 5. Data Planet Bumi - Diameter Bumi (katulistiwa) : 12.757 km. - Keliling Bumi : 40.003 km. - Jarak dari Matahari : 149.000.000 km (150 juta km = satu satuan astronomi). - Massa Bumi : 6600 juta juta juta ton. - Panjangnya tahun : 365 hari, 5 jam, 48 menit (365,25 hari). Ciri-ciri fisik Jari-jari rata-rata 6,371.0 km Jari-jari khatulistiwa 6.378,1 km Jari-jari kutub 6.356,8 km Kepepatan 0,0033528 Keliling khatulistiwa 40.075,02 km (khatulistiwa) 40.007,86 km (meridian) 40.041,47 km (rata-rata) Luas permukaan 510.072.000 km² 148.940.000 km² daratan (29,2 %) 361.132.000 km² perairan (70,8 %) Volume 1,0832073×1012 km3 Massa 5,9736×1024 kg[ Massa jenis rata-rata 5,5153 g/cm3 Gravitasi permukaan di khatulistiwa 9,780327 m/s² 0,99732 g Kecepatan lepas 11,186 km/s Hari sideris 0,99726968 d 23h 56m 4.100s Kecepatan rotasi 1674,4 km/jam Kemiringan sumbu 23,439281° Albedo 0,367[7] Suhu permukaan Kelvin Celsius min rata-rata Maks 184 K 287 K 331 K −89 °C 14 °C 57, 7 °C Atmosfer Tekanan permukaan 101,3 kPa (Permukaan laut) Komposisi 78,08% Nitrogen (N2) 20,95% Oksigen (O2) 0,93% Argon 0,038% Karbon dioksida Sekitar 1% uap air (bervariasi sesuai iklim)

Sumber : http://arulastro.blogspot.com/2012/07/teori-nebula-teori-kabut.html#ixzz27ycrx75n Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/2037528-teori-big-bang/#ixzz27ybq9N6H

maaf jika ada kesalahan

Tidak ada komentar: